Oleh: Alfred B. Jogo Ena

“Seorang sahabat lebih bernilai daripada apa yang pernah diberikan oleh seseorang. Seorang sahabat lebih bernilai daripada kata-kata sanjungan yang pernah diberikan. Seorang pribadi nilainya berada di atas nilai-nilai yang lain” (ABJE).

William James pernah menulis, “kehidupan kebanyakan orang, baik secara fisik, intetektual maupun moral, berada dalam keterbatasan kemampuan yang dimilikinya.” Dan sering gambaran keterbatasan ini sangat memengaruhi orang untuk bergerak maju, atau sekurang-kurangnya melihat dirinya secara positif.

Bahkan seorang Mahaguru pernah menasihati, “Janganlah kamu kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Sebab hidup itu lebih penting daripada makanan dan tubuh itu lebih penting daripada pakaian.”


Dalam relasi persahabatan pun demikian. Seorang sahabat lebih bernilai dari pada apa yang pernah diberikannya. Seorang sahabat lebih bernilai dari pada kata-kata sanjungan yang pernah diberikan. Seorang pribadi nilainya berada di atas nilai-nilai yang lain. Karena kita percaya bahwa dalam diri sahabat itu, kita menemukan wajah Allah yang menjelma, wajah Kasih yang nyata, wajah cinta yang kelihatan. Singkat, seorang sahabat lebih bernilai dari apapun. Dia tidak bisa dibandingkan dengan apapun juga. Karena dalam situasi apapun dan keadaan bagaimanapun nilai pribadi seorang manusia harus berada di atas ciptaan lainnya. Tentu…Tuhan di atas segala-galanya la yaow… (abje)

Spread the love