Oleh: Alfred B. Jogo Ena

Kita mengawali tahun dengan merayakan SP Maria Bunda Allah. 1 Januari juga menjadi Hari Perdamaian Sedunia. Mengapa Hari Perdamaian disandingkan diawal tahun bersamaan dengan Hari Raya SP Maria Bunda Allah?

Gereja meyakini bahwa dalam perlindungan kasih sayang seorang ibu yang diangkat menjadi Bunda Allah karena dia menjadi Bunda Tuhan Yesus, kita pun ikut diangkat menjadi anak-anak Allah. Dan sebagai anak Allah tentu kita menghendaki agar dunia ini selalu penuh kedamaian. Gereja meyakini dengan peran keibuannya, dunia akan damai dan aman.

Gelar Maria Bunda Allah sudah ada dalam gereja sejak akhir abad ke-3 atau awal abad ke-4. Dalam sebutan bahasa Yunani disebut Theotokos, Ibu yang melahirkan Tuhan (Yesus). Gelar Maria Bunda Allah dalam Konsili Vatikan II tepatnya dalam Konstitusi Dogmatis tentang Gereja disebutkan sebanyak 12 kali. Ini hendak memperlihatkan betapa sentral peran Bunda Maria dalam kehidupan gereja sejak awal mula hingga kini.

Dengan seorang ibu yang dalam dirinya terkandung nilai-nilai keilahian dan keallahan dalam diri Tuhan Yesus putranya, kita tentu akan dinaungi dan dianugerahi dengan berkat yang melimpah sepanjang perjalanan tahun 2023. Kasih seorang ibu selalu nyata, kecuali ibu-ibu yang hatinya sudah membantu dan tega menelatarkan anak-anaknya dalam aneka tindakan aborsi dan pembunuhan bayi-bayi tidak bersalah, menemani perjalanan kita sebagai seorang anak. Semoga dengan perlindungan keibuannya, setahun ke depan kita senantiasa diberkati dengan kesuksesan dan kesehatan. Jika pun mengalami kegagalan, hendaknya kata-kata Bunda Maria, “Aku ini hamba Tuhan, terjadila padaku menurut perkataan-Mu” menjadi simbol semangat kita untuk berpasrah dalam iman, harapan dan kasih.

Setiap kesuksesan diterima dengan penuh syukur. Setiap kegagalan diterima penuh kepasrahan akan rencana terindah dari Tuhan atas hidup kita. Dengan mengandalkan seorang ibu seperti Maria, kita akan selalu dinaungi oleh aneka berkat sebagai anak-anak Allah.

Selamat tahun baru untuk kita semua. Berbanggalah menjadi anak-anak Allah yang memiliki seorang Bunda yang luar biasa seperti Bunda Maria.

Spread the love