Baru saja kita merayakan Minggu Palma. Sorak-sorai “Hosana” mungkin masih segar di ingatan, dan daun palma yang kita bawa pulang masih tersimpan rapi. Namun, di balik kemeriahan itu, ada bayangan salib yang semakin dekat.

Minggu-minggu ini adalah jeda istimewa. Bukan sekadar menunggu kalender berganti, tapi momen untuk bertanya pada diri sendiri: Seberapa dalam iman saya?

Dari Pujian ke Hujatan

Sejarah mencatat, kerumunan yang menyambut Yesus sebagai Raja, beberapa hari kemudian berubah menuntut hukuman mati bagi-Nya. Ini adalah cermin bagi kita manusia modern. Sering kali kita mencintai Tuhan hanya ketika Ia sesuai dengan ekspektasi kita: saat memberi berkat, saat masalah selesai. Tapi bagaimana saat Ia meminta kita berjalan di jalan yang berbatu? Apakah kita tetap setia seperti para wanita di kaki salib, atau kita menyangkal seperti Petrus?

Satu Gerakan Cinta (Trihari Suci)

Sejarah mencatat, kerumunan yang menyambut Yesus sebagai Raja, beberapa hari kemudian berubah menuntut hukuman mati bagi-Nya. Ini adalah cermin bagi kita manusia modern. Sering kali kita mencintai Tuhan hanya ketika Ia sesuai dengan ekspektasi kita: saat memberi berkat, saat masalah selesai. Tapi bagaimana saat Ia meminta kita berjalan di jalan yang berbatu? Apakah kita tetap setia seperti para wanita di kaki salib, atau kita menyangkal seperti Petrus?

Memasuki Kamis Putih, Jumat Agung, hingga Paskah, sadarlah bahwa ini adalah satu kisah utuh tentang cinta Yesus.

Menjelang Kamis Putih: Tanyakan pada hati, “Sudahkah saya mau merendahkan diri untuk melayani orang lain, bahkan mereka yang sulit saya kasihi?”

Menjelang Jumat Agung: Dunia mengajarkan kita untuk tampil hebat. Yesus mengajarkan kita untuk berani lemah dan berkorban. Maukah kita menyerahkan rasa sakit kita kepada-Nya?

Menjelang Sabtu Suci: Saat hidup terasa gelap dan Tuhan terasa diam, mampukah kita tetap percaya dan menunggu dengan setia?

Daun Palma sebagai Pengingat

Lihatlah daun palma di rumah Anda. Jangan anggap itu jimat. Anggap itu saksi bisu. Ia mengingatkan kita bahwa tidak ada kemenangan tanpa pengorbanan. Mari gunakan hari-hari ini untuk hening, berpuasa dari keegoisan, dan menyiapkan hati. Mari berjalan memanggul salib bersama Sang Raja, yang mahkota-Nya terbuat dari duri, demi cinta-Nya pada kita.

Spread the love