Oleh: Alfred B. Jogo Ena

Sekali waktu saya melakukan prospek (menawarkan asuransi) kepada seorang teman dekat. Waktu itu kebetulan produk Proteksi 8 baru dikeluarkan oleh Zurich Topas Life. Sebuah progam menabung selama 8 tahun. Selama menabung nasabah akan diberi/diproteksi dengan uang pertanggungan atau santunan jiwa mulai dari 100 juta. Tabungan ini berlaku bagi yang sudah berusia 18-70 tahun.

“Mbak, ini ada program menabung yang bagus banget,” kata saya ketika kami sudah ngobrol banyak hal.

“Kelebihannya menabung di tempat Mas apa ya,” dia balik bertanya kepada saya.

“Ya selama menabung kita akan diproteksi alias diberi santunan jika sewaktu-waktu kita dipanggil oleh Sang Pencipta. Saat kita pergi selamanya, kita akan meninggalkan sesuatu yang sangat dibutuhkan oleh orang-orang yang kita cintai,” jawab saya agak panjang.

“Saya sudah diproteksi Allah. Jadi tidak perlu proteksi tambahan,” jawabnya menolak

“Kita semua emang diproteksi Allah Mbak. Cuma kita tidak tahu kapan Dia berhenti untuk proteksi kita. Itu HAK Dia. Kita hanya bisa berjaga-jaga dengan menyiapkan santunan untuk orang yang akan kita tinggalkan. Pilihan bebas ada pada kita. Kedua proteksi sama-sama kita butuhkan. Proteksi atas hidup mati hanya milik Allah. Sedangkan yang kita bisa hanya bisa menyiapkan proteksi bagi keluarga, anak istri suami yang akan ditinggalkan,” jawab saya makin panjang lebar.

“Apa ia, perusahaan mau jujur dan membayar uang sebanyak itu?” pungkasnya seakan dengan tegas menolak.

“Ya tentu, perusahaan tempatku bukan abal-abal. Sudah berusia 150 tahun. Berasal dari negeri “nenek moyangnya” duit, Swiss, tepatnya di kota Zurich. Mainlah ke lapak kami untuk mengenal lebih dekat. Katanya tak kenal maka tak sayang, ayo Mbak..seperti saya kenal dan menyayangi Mbak sekeluarga,” jawabku sambil cengar cengir seperti mengejeknya. Dia hanya tersenyum sambil pelototi saya.

Memang harus kita akui, kesadaran kita akan asuransi (jiwa, kesehatan dan kendaraan) belum begitu familiar dan merata di kalangan masyarakat kita. Tetapi meski demikian adalah tugas para agen untuk terus mengedukasi tentang betapa pentingnya kita mempersiapkan hal-hal yang tak terduga dalam hidup agar sewaktu-waktu Allah memakai HAKNYA untuk menyudahi hidup kita, kita sudah mempersiapkan sesuatu untuk orang-orang yang kita kasihi.

Dengan kehendak bebas, kita bisa memutuskan untuk mengikuti sesuatu atau tidak. Soal penolakan itu sudah makanan yang biasa, tetapi meski demikian, seorang agen tidak boleh putus asa untuk mengedukasi. Ya, hitung-hitung sebagai perbuatan amal, mulai dari mereka yang ada dalam keluarga, lingkaran persahabatan dan lain-lain.

Seri berikut akan saya jelaskan produk-produk andalan dari Zurich Topas Life. Apa itu Zurich Topas Life? (bersambung)

Alfred B. Jogo Ena
ID: I61042729
Spread the love