(Sebuah catatan untuk yang berulang tahun Ibu Elisabeth Dai Doni)

Oleh: ALfred B. Jogo Ena

Seorang direktur gabung sebuah perusahaan asuransi nasional rela keluar dari zona nyaman hanya demi mulai merintis usaha dari nol sebagai Agen Asuransi internasional. Segala kenyamanan dan fasilitas dia tinggalkan. Dia benar-benar mulai baru dari langkah pertama. Dan sejak itu hasil tidak pernah mengkhianati proses yang sudah ia mulai.

Ada kisah menarik, suatu hari dia nekad membuat janji dengan seorang nasabah di Samarinda. Namanya juga nekad itu sama dengan berjudi, ya bisa sukses ya bisa gagal. Dia membeli ticket pesawat PP Yogyakarta Samarinda. Waktu bertemu amat terbatas. Dia sudah meyakinkan dirinya: “harus closing agar tidak sia-sia ke sini.” Dan keyakinan itu adalah doa. Semesta mengabulkannya. Inilah moment. Inilah awal dari kisah sukses itu.

Kepercayaan diri yang tinggi ini berbuah berkat. Dia dan calon nasabah ketemuan di bandara. Dan… 20 menit sebelum pesawat take off yang akan mengantarnya pulang ke Yogyakarta, akhirnya closing dengan nasabah itu terjadi. Dan bersama calon nasabah itu mereka mengambil uang di ATM bandara. Lalu sambil menggenggam uang yang sudah tidak lagi dihitung dari tangan nasabah, dia menjinjing sepatunya menuju pesawat. Tak ada kata malu. Tak peduli mata yang memandangnya bingung..berlari mengejar pesawat (takut pintu ditutup) seperti mengejar angkot di tahun 90-an yang menjadi moda transport di Yogyakarta.

(Ibu Eli berpose di kantor Setva Esther)

Pengalaman menjinjing sepatu seakan melecut inspirasi. Dia terus memberi diri dan melayani sesama dalam mengatur keuangan keluarga terutama menyiapkan proteksi jiwa kalau-kalau si pencari nafkah keluarga dijemput kembali oleh Pemilik Kehidupan. Dia terus melangkah dan kini sudah di tengah-tengah tangga menuju prestasi. Ia sudah menjadi AD Setva Esther dengan kantor di Ruko Babarsari. Dia memiliki puluhan rekan kerja yang pada umumnya ibu-ibu.

Mengapa ibu-ibu? Bunda Eli pernah mengatakan ibu-ibu harus kreatif mencari cuan agar bisa membantu ekonomi rumah tangga. Ia yang hari ini berulang tahun terus terpanggil untuk membantu semakin banyak orang, terutama menyiapkan keluarga memiliki asuransi (kesehatan, jiwa dan kendaraan). Karena dengan memiliki asuransi, bila saatnya tiba keluarga akan sangat ditolong. Zurich sudah banyak memberi bukti-bukti klaim, bukan hanya janji-janji manis.

Bersama 50an agennya di Setva Esther, di bawah bendera besar Zurich Topas Life, sebuah asuransi internasional dari Zurich (Swiss) dia terus melangkah menggapai sesama (meski kadang harus menjinjing sepatu bila pergi ke medan yang sulit). Semoga dengan ulang tahun ini sekaligus sebagai syukur atas tiket perjalanan ke Jepang yang sudah diraih bersama Zurich, terus melecut kami para FC dan SAM dalam Setva Esther terus bergerak maju: prospek dan edukasi menolong sesama. Karena sesama adalah nasabah yang selalu di hati.

Memang, kesuksesan tidak pernah datang sendiri, kita harus mengejarnya. Receh juga demikian, harus dikejar, diperjuangkan. Sekali lagi selamat ulang tahun Ibu Elisabeth, mentor kami yang rendah hati dan tak pernah lelah berbagi ilmu dan cinta. Salam sehat selalu. Bahagia dan ceria, menularkan etos kerja pada kami.

Spread the love